HEBOH - Warga China Menuntut Ke Pengadilan Belanda , Mumi Bikhsu Telah Berusia 1000 tahun Yang Di "CURI" Segera Di Kembalikan



Warga desa di China mengajukan tuntutan ke pengadilan Belanda atas dugaan pencurian terhadap mumi biksu berusia 1.000 tahun.

Jasad biksu tersebut berada di dalam sebuah patung Buddha yang dibawa dari kuil di desa kecil di China, Yangchun, di provinsi Fujian pada 1995.

Penduduk desa mengatakan bahwa seorang kolektor Belanda, yang mereka tuntut, membeli patung tersebut di Hongkong pada 1996.

Patung tersebut belum pernah diperlihatkan sampai akhirnya muncul di pameran di Budapest pada 2015.

Pada beberapa tahun terakhir, Beijing dengan aktif menelusuri berbagai artefak yang menurut mereka dicuri. ( Free Chip Poker )

Namun sejauh ini tak banyak yang sukses di jalur pengadilan.



Kasus tersebut semakin rumit karena si kolektor, Oscar van Overeem, diyakini telah menukar patung tersebut dengan kolektor lain yang identitasnya disembunyikan, dengan berbagai artefak Buddha lainnya pada akhir 2015.

Keberadaan patung tersebut kini tidak jelas.

Dalam hal ini, patung Buddha tersebut, dikenal dengan nama Zhanggong Patriarch, telah berada di kuil di desa tersebut selama berabad-abad, dan juga dipuja oleh penduduk desa di dekat situ.

Para penduduk desa menyembunyikan mumi di rumah-rumah mereka dan bahkan menguburnya di sawah saat penghancuran pada masa Revolusi Budaya China pada 1960an dan 1970an, menurut South China Morning Post. ( Bandar Casino Online )

Hasil pemindaian dari patung tersebut beberapa tahun lalu menunjukkan jasad biksu yang diperkirakan berusia 1.000 tahun. 



Peneliti dari Museum Drents di Belanda membuat temuan mengejutkan dengan mengungkap adanya mumi biksu berusia 1.000 tahun dalam sebuah patung Buddha kuno dari Tiongkok.

Dalam posisi bersila, mumi tersebut sangat pas dengan patung yang membungkusnya. "Dari luar, mumi tampak seperti patung Buddha yang lebih besar. CT scan mengungkap, ada mumi biksu dari sekitar 1.100 tahun lalu," demikian dinyatakan pihak Museum Drents. ( Bocoran Singapore )

Baru-baru ini, pihak museum melakukan CT scan lanjutan dan endoskopi pada mumi yang dipercaya merupakan Biksu Liu Quan dari Chinese Meditation School. Temuan investigasi tak kalah mengejutkan. Organ dalam biksu itu telah dihilangkan.

Seperti diberitakan Discovery, Senin (23/2/2015), pihak museum menyatakan bahwa rongga yang semula berisi organ dalam telah diisi ulang dengan naskah yang ditutupi dengan aksara Tionghoa.

Peneliti menduga, biksu itu sengaja memumifikasi diri sendiri. Untuk melakukannya, biksu harus berdiet, hanya makan kacang-kacangan dan biji-bijian selama 1.000 hari, untuk menghilangkan lemak, diikuti hanya makan akar-akaran selama 1.000 hari selanjutnya.( Bandar Bola Online )

Tahap akhir mumifikasi diri adalah meminum teh racun yang berbahan getah pohon pernis. Teh tersebut menyebabkan biksu yang melakukannya muntah terus-menerus dan kehilangan cairan, sekaligus mencegah tubuh dimakan bakteri.

Akibat diet tersebut, tubuh biksu akan menjadi serupa tengkorak hidup. Sang biksu kemudian diletakkan dalam kubur batu yang berukuran sedikit lebih besar dari tubuhnya. Kubur batu itu dilengkapi dengan saluran udara dan bel.

Setiap hari, biksu akan membunyikan bel, tanda dirinya masih hidup. Saat bel berhenti berbunyi, saat itulah sang biksu dinyatakan mati. Setelahnya, tabung saluran udara akan dicabut, dan rongga dalam kubur batu itu ditutup.( Bandar Poker Online )

Setelah 1.000 hari dinyatakan mati, kubur akan dibuka. Pihak lain akan melakukan pengecekan pada tubuh sang biksu, apakah sudah termumifikasi sempurna. Dari ratusan biksu yang melakukan mumifikasi, hanya beberapa yang berhasil.

Biksu yang melakukan mumifikasi diri biasanya memiliki tujuan menjadi "Buddha abadi". Tentang cara pengambilan organ dari mumi yang diduga Liu Quan, hal tersebut hingga kini belum diketahui. Patung Buddha yang berisi Liu Quan kini dipamerkan di National Museum of Natural History di Budapest. Pameran tersebut digelar hingga Mei. ( Paito Togel )

No comments:

Post a Comment